Langsung ke konten utama

Judul Jurnal :
Apakah Iklim Organisasi dan Keadilan Organisasi Meningkatkan Kinerja Pekerjaan Melalui Kepuasaan Kerja? Studi Karyawan Indonesia
Penulis : Prof. Dr. Siswoyo Haryono
Publikasi :  Academy of Strategic Management Journal · March 2019
Reviewer : Bagus Nur Hardiyanto (20170410267)
Review
1.      Abstrak :
Penelitian ini menganalisis pengaruh iklim organisasi dan keadilan organisasi terhadap kinerja koordinator distrik statistik di Biro Pusat Statistik, Yogyakarta. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa iklim organisasi dan keadilan organisasi secara signifikan mempengaruhi statistik kepuasan kerja koordinator distrik. Iklim organisasi juga secara signifikan mempengaruhi statistik kinerja koordinator distrik sedangkan keadilan organisasi tidak berpengaruh pada statistik kinerja koordinator distrik. Kepuasan kerja secara signifikan mempengaruhi statistik kinerja koordinator distrik dan juga memainkan peran mediasi pada pengaruh iklim organisasi dan keadilan organisasi terhadap statistik kinerja koordinator distrik. Secara keseluruhan, penelitian ini dapat memberikan kontribusi penting untuk penelitian yang masih ada dalam manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi yang paling penting dalam konteks reformasi birokrasi di Indonesia.

2.      Introduction :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris peran mediasi kepuasan kerja terhadap pengaruh iklim organisasi dan keadilan organisasi terhadap kinerja kinerja koordinator distrik Biro Pusat Statistik Yogyakarta.

3.      Latar Belakang Teori :
a.       Theory of Reasoned Action (TRA) dikembangkan oleh Fishbein & Ajzen (2011) dan berasal dari penelitian sebelumnya yang dimulai sebagai teori sikap. Teori ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara sikap dan perilaku dalam tindakan manusia.
b.      Grote & Grote (1996) menjelaskan bahwa kinerja karyawan merupakan hasil sinergi dari beberapa faktor, yaitu lingkungan internal organisasi, faktor lingkungan eksternal dan faktor internal karyawan. Faktor internal adalah aspek perilaku kepuasan kerja karyawan di antara karyawan, serta faktor eksternal seperti iklim organisasi dan keadilan organisasi.
c.       Iklim organisasi didefinisikan sebagai perwujudan budaya, menggabungkan perasaan, sikap, perilaku yang membentuk kehidupan organisasi dan fakta organisasi dengan konsep objektif (Ekvall, 1996).
d.      Tiga jenis keadilan telah diterima secara umum oleh para ulama: keadilan distributif yang berkaitan dengan keadilan tentang distribusi hasil, keadilan prosedural yang membahas keadilan berkenaan dengan proses yang terkait dengan hasil yang dialokasikan; dan keadilan interaksional yang terkait dengan keadilan tentang perawatan interpersonal (Cropanzano et al., 2001).
e.       Kepuasan kerja adalah persyaratan dasar dari kehadiran individu dan bekerja dengan organisasi karena memainkan peran penting dalam meningkatkan produktivitas (Thakor & Joshi, 2005).

4.      Pengembangan Hipotesis :
a.       Hubungan antara Iklim Organisasi dan Keadilan Organisasi terhadap Kepuasan Kerja :
·   H1: Iklim organisasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja
·   H2: Keadilan organisasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja

b.      Hubungan antara Iklim Organisasi, Keadilan Organisasi dan Kepuasan Kerja terhadap Prestasi Kerja :
·   H3: Iklim organisasi secara positif mempengaruhi kinerja pekerjaan.
·   H4: Keadilan organisasi secara positif mempengaruhi kinerja pekerjaan.
·   H5: Kepuasan kerja secara positif mempengaruhi kinerja pekerjaan.
·   H6: Iklim organisasi secara positif mempengaruhi kinerja pekerjaan melalui kepuasan kerja.
·   H7: Keadilan organisasi secara positif mempengaruhi kinerja pekerjaan melalui kepuasan kerja.

5.      Metode Penelitian :
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, dan unit analisis penelitian ini adalah koordinator distrik di Biro Pusat Statistik, Yogyakarta. Kinerja pekerjaan diukur dengan lima indikator: kualitas pekerjaan, jumlah pekerjaan, ketepatan waktu, efektivitas, inisiatif sendiri (Grote & Grote, 1996). Iklim organisasi diukur dengan empat indikator: struktur, tanggung jawab, dukungan dan komitmen (Ekvall, 1996). Keadilan organisasi diukur dengan dua indikator: keadilan distributif dan keadilan prosedural (Cropanzano et al., 2001). Kepuasan kerja adalah perasaan yang dimiliki individu tentang pekerjaannya, dan diukur dengan lima indikator: gaji bulanan, promosi yang dirasakan oleh karyawan, rekan kerja, dan pengawasan yang dirasakan oleh karyawan dan pekerjaan itu sendiri (Locke, 2009). Semua variabel diukur dengan kuesioner menggunakan skala 1-5 Likert

Komentar

  1. Terimakasih sudah mereview jurnal mas. Jurnalnya sudah mendekati baik. Untuk karya selanjutnya akan lebih baik jika dilengkapi dengan daftar pustaka.

    BalasHapus

Posting Komentar